QNET Penipuan? Simak Apa Kata Mereka

0
266

QNET Indonesia merupakan salah satu perusahaan penjualan langsung atau multi level marketing (MLM) yang sedang berkembang di Indonesia belakangan ini cukup banyak menyita perhatian. Sebagian kalangan menganggap QNET Penipuan tapi kalau dilihat lebih jauh persepsi ini kurang tepat. Hingga saat ini masih banyak orang menganggap bahwa ketika bergabung dengan suatu bisnis penjualan langsung mereke mendapat “tiket” untuk langsung berhasil mendapatkan keuntungan. Banyak orang hanya melihat di permukaan bahwa MLM bisa menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. .

Kami berkesempatan untuk mewawancarai dua pelaku bisnis Qnet yang datang ke acara V Conference di Kuala Lumpur bulan April lalu yaitu Mario dan Carla. Mereka antusias menceritakan pengalaman mereka. Menurut Mario yang berprofesi sebagai dokter menurutnya kunci keberhasilan untuk berbisnis QNET adalah kemauan dan ketekunan QNET. Dia bercerita bahwa mulai bergabung di QNET sejak tahun 2005 ketika masih di bangku kuliah di saat usianya 21 tahun. Pada masa – masa itu, Mario menghadapi tantangan yang sulit yaitu dengan kebangkrutan orangtuanya dan masa depannya terancam karena tidak adapat membayar biaya SPP padahal kuliahnya masih tiga tahun lagi. Sehari – hari, orang tuanya hanya mampu membekali uang Rp 5000 yang sangat sulit buat dia memenuhi kebutuhan sehari – hari dan kuliahnya. Terkadang dia stress dan minder ketika teman – temannya mengajak ke McDonald karena tentu tidak cukup membeli minuman di restoran fast food tersebut.

Dalam situasi tersebut dia kemudian diajak untuk mengikuti suatu seminarnya QNET dan harus membayar Rp 35.000 yang tentu cukup besar nilainya. Tapi karena tertarik akhirnya dia harus meminjam uang dari temannya untuk dapat hadir ke seminar. Setelah selesai mengikuti seminar, Mario tidak bisa tidur karena dia terus terpikir untuk bisa bergabung dengan QNET tapi dia tak punya dana untuk membayar uang investasi awal bergabung. Dia kemudian mencari pinjaman uang dari saudara dan teman – temannya. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada satu saudara yang mau meminjami dan juga teman teman dekatnya karena tidak ada yang percaya.Namun dia terus berusaha, sampai akhirnya dia bertemu seorang temannya, yang tidak terlalu dekat. Mario menceritakan harapan dia bergabung dengan QNET dan juga keyakinannya bisa mejalankan dan sukses. Akhirnya dan temannya mendukung dan mau meinjami uang.

Mario akhirnya berhasil bergabung dan menjalankan bisnis QNET yang dia anggap cocok karena jadwalnya fleksibel sehingga tetap bisa kuliah. Tantangan tidak sedikit tapi da tetap yakin. Hanya dalam hitungan beberapa tahun kehidupan Mario mengalami peningkatan bahkan dia bisa menopang kehidupan orangtuanya berkat keberhasilan yang diraih dari QNET.

Ketika ditanya bagaimana pendapatnya apakah QNET Penipuan, dia tersenyum lalu mengatakan bahwa dia adalah saksi hidup bahwa QNET membawa keuntungan nyata. Menurutnya QNET adalah real business dengan real product ,real manpower dan real profit . Mario juga menceritakan hebatnya sistem QNET sehingga mulai sejak awal dia dibimbing oleh mentor mentor oleh team QNET hingga sukses.Melalui QNET Mario bisa menyusun masa depannya sendiri.

Hal yang senada juga diceritakan oleh Carla ,yang awalnya memilih berbisnis dengan QNET karena tidak ingin meninggalkan anaknya. QNET dijadikan pilihan Carla setelah beberapa bisnis dijalaninya tetapi tidak memberikan kesuksesan. Pengalaman dua orang ini mungkin hanya sedikit cerita dari banyak bukti bahwa tidak benar apa yang dikatakan sebagian orang bahwa QNET penipuan.

Kita juga dapat yakin bahwa QNET bukan penipuan jika melihat aspek legalitas usahanya. Dalam artikel yang dirilis Trubunnews.com, tanggal 14 Februari 2017 menginformasikan bahaw kedudukan Qnet Indonesia sebagai perusahaan direct selling diIndonesia yang sudah memiliki izin dan legalitas resmi,yang mengantongi Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) Nomer 3/1/SIUPLT/PMA/PERDAGANGAN/2013 dan sudah terdafTar di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) tahun 2015 dengan nomor QNET 0167/06/15.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here