Ingin Cepat Kaya, Lahan Subur Investasi Bodong

0
369

Sejumlah 14 entitas pada Oktober 2017 dihentikan oleh satgas OJK kegiatan usahanya karena tidak ada izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi yang bisa merugikan masyarakat karena imbal hasil yang dijanjikan tidak masuk akal. Penghentian kegiatan usaha itu dilakukan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi.

Hingga saat ini belum ada korban yang melapor berkaitan dengan pembekuan kegiatan 14 entitas yang menghimpun dana masyarakat itu.

Pihak OJK mengetahui 14 entitas tersebut dari berbagai sumber, pengaduan masyarakat, penelusuran dari web dan media sosial. “Selain itu, informasi dari masing-masing kementerian/lembaga,” kata Tongam.

Satuan tugas waspada investasi meminta masyarakat senantiasa waspada kepada tawaran investasi yang memberikan imbal hasil tinggi.

Sebagaimana disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L.Tobing menuturkan, masih maraknya investasi bodong berkaitan dengan proses alami penawaran dan permintaan. Bahwa masyarakat yang mudah tergiur ingin cepat kaya, melemahkan daya nalar terhadap penawaran investasi yang kelewat batas logika. Apalagi yang serakah, sudah banyak hartanya tapi masih ingin jauh lebih kaya lagi.

Apabila ada penawaran investasi yang memberikan imbal hasil tinggi dan tidak wajar, Tongam mengimbau masyarakat tetap waspada. “Pertama-tama harus dicek izinnya dan cek kegiatan usahanya,” tambah dia.

Sepanjang Januari – Oktober 2017, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 62 entitas. Penghentian dilakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat bahwa entitas tersebut tidak punya izin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat agar memahami hal-hal sebagai berikut sebelum melakukan investasi :

  1. Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
  2. Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  3. Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila mengetahui ada tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat menanyakan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here