Fri. Nov 15th, 2019

Kelancaran Operasional, Tingkatkan Standar Wajib Keamanan Gedung

Standar keamanan gedung

Mengoptimalkan standar wajib keamanan gedung perkantoran dengan memastikan kelancaran kebutuhan operasional gedung; mulai dari sistem pendingin, toilet, CCTV, lift, sampai kelistrikan

Salah satu cara untuk mengoptimalkan standar wajib keamanan gedung perkantoran adalah dengan memastikan kelancaran kebutuhan operasional gedung; mulai dari sistem pendingin, toilet, CCTV, lift, sampai kelistrikan.

Manajemen operasional bertujuan untuk memastikan semua peralatan utama gedung dapat berjalan sebagaimana mestinya. Potensi masalah yang terjadi bisa dicegah dengan memaksimalkan sistem komunikasi dan monitoring peralatan.

Teknisi Gedung 2

Sumber: twitter @RailinkARS

Operasional Standar Wajib Keamanan Gedung

Bertanggung jawab dalam kelancaran operasional gedung, beberapa hal krusial harus dilakukan oleh bagian operasional. Hal-hal tersebut mencakup menjadwalkan pemeriksaan berkala, mendokumentasikan kegiatan, memonitor peralatan utama, inspeksi dan koordinasi bulanan, pengoperasian saat keadaan darurat, dan training.

  1. Jadwal Pemeriksaan Berkala

Agenda pemeriksaan dibuat terjadwal, lengkap dengan daftar material dan peralatan yang dibutuhkan. Rencana kerja dan instruksi pemeriksaan dibuat tertulis agar menjadi standar manual pekerjaan.

  1. Filing dan Dokumentasi

Catatan pemeriksaan dibuat tertulis dan direkap rapi, agar ada record untuk keperluan evaluasi jika terjadi kesalahan. Bila perlu, dilengkapi dokumentasi foto sebagai penguat laporan kerja harian.

  1. Memonitor Beragam Peralatan Utama

Peralatan utama standar dalam gedung meliputi sistem pendingin (AC), sistem air bersih, sistem pembuangan air kotor, sistem pencegah kebakaran, lift, listrik, sistem penerangan, CCTV, jaringan internet, telekomunikasi, dan sound system. Fungsi monitor dilengkapi dengan informasi jadwal pengoperasion peralatan utama (waktu on & off), untuk menghindari pemborosan pemakaian.

  1. Inspeksi Bersama dan Rapat Koordinasi Bulanan

Inspeksi bersama diagendakan untuk menyamakan pandangan di atas kertas dan realita lapangan. Selanjutnya, rapat koordinasi multi level perlu dilakukan setidaknya sebulan sekali.

  1. Pengoperasian Saat Keadaan Darurat

Dalam keadaan darurat, standar wajib keamanan gedung perlu dijalankan untuk keselamatan orang banyak. Beberapa diantaranya, yaitu, antara lain: mengoperasikan emergency generator, pompa pemadam api, panel fire alarm, atau mengeluarkan penumpang lift yang terperangkap.

  1. Training

Meski kelancaran operasional gedung merupakan tanggung jawab utama dari bagian operasional, namun semua pihak harus memiliki kesadaran akan keselamatan bersama. Training seputar safety dan preventive maintenance perlu diberikan untuk semua tingkatan pegawai.

Kendala Dalam Pelaksanaan Pekerjaan

Semakin tingginya kebutuhan standar wajib keamanan gedung menghasilkan kemungkinan kendala yang semakin rumit juga. Gedung perkantoran menghadirkan permasalahan operasional unik, diantaranya adalah:

  1. Kesulitan dalam berkomunikasi

Beberapa bagian di dalam gedung akan menyulitkan teknisi yang sedang melakukan maintenance untuk berkomunikasi dengan tim kontrol, seperti lift dan basement. Dengan masalah yang berbeda, ruangan mesin yang berisik juga akan menyulitkan komunikasi. Dalam keadaan-keadaan tertentu, tim operasional juga perlu melakukan komunikasi secara paralel.

  1. Kebocoran biaya

Mengoperasikan gedung rentan terhadap kebocoran biaya dari energi yang terbuang sia-sia. Kebanyakan gedung masih mengelola sistem kelistrikan secara manual dengan melibatkan office boy. Kebocoran terjadi jika pegawai dan office boy lupa mematikan AC dan lampu selepas jam kerja karena buru-buru pulang.

  1. Kesulitan untuk mengetahui kebutuhan operasional secara real-time

Terputusnya jaringan internet, listrik di lantai tertentu mati, dan permasalahan operasional lain akan mengakibatkan downtime, yang berarti berkurangnya kinerja pekerja dan kantor tersebut. Hal ini bisa diminimalisir dengan penggunaan alat monitoring otomatis selain hanya mengandalkan manusia dan telepon.

MOTOTRBO™ : Solusi Komunikasi dan Monitoring untuk Standar Wajib Keamanan Gedung

Kunci pertama dari kelancaran operasional dalam peningkatan standar wajib keamanan gedung adalah penggunaan sistem komunikasi dan monitoring yang bisa diandalkan. Harapannya, dengan adanya perangkat ini koordinasi penyelesaian masalah bisa lebih cepat dibereskan untuk menghindari kerusakan infrastruktur lebih lanjut.

Tuntutan pekerjaan dan teknologi telah mampu menghadirkan radio dua arah berteknologi DMR (Digital Mobile Radio). Lepas dari bayang-bayang analog, kini radio telah dilengkapi beragam fitur digital untuk menaikkan posisi tawarnya guna menggantikan smartphone.

MOTOTRBO™ juga memiliki seri perangkat dengan teknologi DMR di dalamnya, salah satunya adalah seri XiR P8600i. Fasilitas bluetooth memungkinkan untuk berkomunikasi secara privasi dan hands-free, cocok untuk pekerja operasional yang kerap membawa perkakas kerja di kanan-kiri. Fitur pesan singkat dan Work Order Ticketing bisa digunakan untuk menyederhanakan instruksi kerja. MOTOTRBO™ juga terintegrasi dengan Wi-Fi untuk meng-update software.

Keunggulan lain adalah fitur Transmit Interrupt yang berguna dalam keadaan emergency. Radio juga terhubung dengan baik oleh GPS, meski posisi pengguna ada di dalam gedung. Kualitas audio terjaga oleh teknologi noise cancelling, memastikan komunikasi tetap jernih meski dalam kondisi berisik, misalnya saat perbaikan mesin diesel gedung. Ketahanan baterai yang mampu bertahan sampai 27 jam pemakaian, cocok digunakan sampai tiga shift kerja karyawan.

MOTOTRBO™ XiR P8600i adalah untuk mereka para profesional yang tidak ingin meninggalkan celah untuk melakukan salah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai keunggulan perangkat radio profesional dua arah MOTOTRBO™, segera hubungi Motorola Solutions Information Centre pada tautan ini.

#StandarKeamananGedung #MonitoringKeamanan #MOTOTRBO™ #Komunikasi